Tuesday, January 15, 2019

MANAJEMEN RISIKO DALAM ASURANSI


Risiko selalu menghadang setiap  individu maupun berbagai institusi, termasuk organisasi bisnis. Mengingat adanya ketidakpastian menganai terjadinya risiko maka individu maupun institusi harus berusaha menetapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi risiko itu, guna mengurangi, menidadakan, atau malah meraup keuntungan dari terjadinya suatu risiko. Karena itu, setiap orang diharapkan menjadi semacam “manajer risiko”


A.    PENTINGNYA MEMPELAJARI MANAJEMEN RISIKO
Menurut Soesno Djojosoedarso (2003) bagaimana pentingnya bagi orang mempelajari manajemen risiko dapat dilihat dari dua segi, yaitu :
·         Seseorang sebagai anggota organisasi atau perusahaan terutama seorang manajer akan dapat mengetahui cara-cara atau metode yang tepat untuk menghindari atau mengurangi besarnya kerugian yang diderita perusahaan, sebagai akibat ketidakpastian terjadinya suatu peristiwa yang merugikan (perils)
·         Seseorang sebagai pribadi :
a.       Dapat menjadi seorang manajer risiko yang profesional dalam jangka waktu yang relatif lebih cepat daripada yang belum mempelajarinya.
b.      Dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi manajer risiko dari perusahaan di mana yang bersangkutan menjadi anggota.
c.       Dapat menjadi konsutan manajemen risiko, agen asuransi, pedgang perantara, penasehat penanaman moda, konsultan perusahaan yang tidak mempunyai manajer risiko, dan sebagainya.
d.      Dapat menjadi manajemen risiko yang profesional dari perusahaan asuransi, sehingga akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program asuransi yang disusun dengan tepat.
e.       Dapat lebih berhati-hati dalam mengatur kehidupan pribadinya sehari-hari.

B.     PENGERTIAN MANAJEMEN RISIKO DAN MANAJER RISIKO
·         Manajemen Risiko diartikan sebagai kemampuan seorang manajer untuk menata kemungkinan variabilitas pendapatan dengan dengan menekan sekecil mungkin tingkat kerugian yang diakibatkan oleh keputusan yang diambil dalam menggarap situasi yang tidak pasti.
·         Manajemen Risiko adalah berkaitan dengan kegiatan keamanan, yang tujuannya adalah menjaga harta benda dan personel perusahaan terhadap kerugian akibat kejahatan dan semua gangguan sosial atau gangguan alamiah, yang mungkin membahayakan kehidupan dan perkembangan perusahaan.
Berikut bagan Proses Manejemen Risiko :




C.    FUNGSI POKOK MANAJEMEN RISIKO
Ada tiga fungsi pokok manajemen risiko, yaitu :
1.      Menemukan Kerugian Potensial
Artinya berupaya untuk menemukan atau mengidentifikasi seluruh risiko murni yang dihadapi oleh perusahaan yang meliputi :
·         Kerusakaan fisik dari harta kekayaan perusahaan.
·         Kehilangan pendapatan atau kerugian lainnya akibat terganggunya operasi perusahaan.
·         Kerugian akibat adanya tuntutan hukum dari pihak lain.
2.      Mengevaluasi Kerugian Potensial
Artinya melakukan evaluasi dan penilaian terhadap semua kerugian potensial yang dihadapi oleh perusahaan.
3.      Memilih teknik yang tepat atau menemukan suatu kombinasi dari teknik yang tepat guna menanggulangi kerugian
Empat cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi risiko yaitu :
·         Mengurangi kesempatan terjadinya kerugian
·         Meretensi
·         Mengasuransikan
·         Menghindari
  
D.    TUJUAN DAN TARGET MANAJEMEN RISIKO
Menurut Tony Pratama (2011) sebaqgai suatu organisasi, perusahaan pada umumnya memiliki tujuan dalam mengimplementasikan manajemen risiko. Tujuan yang ingin dicapai antara lain:
·         Mengurangi pengeluaran
·         Mencegah perusahaan dari kegagalan
·         Menaikkan keuntungan perusahaan
·         Menekan biaya produksi

Sedangkan sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi, dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya bagi entitas manajemen risiko (Manusia, Staf, dan Organisasi).

E.     MANFAAT MANAJEMEN RISIKO
Menurut Tony Pramana (2011) manfaat dan keuntungan manajemen risiko yaitu :
1.      Mengurangi Risiko
2.      Peluang menjadi Manajer Risiko
3.      Menjaga Arus Kas
4.      Mengurangi financial distress
5.      Mengurangi penerbitan surat berharga

F.     PRINSIP MANAJEMEN RISIKO
Menurut Hery (2015) ada sebelas prinsip manajemen risiko, yaitu :
1.      Manejemen risiko melindungi dan menciptakan nilai tambah
2.      Manajemen risiko merupakan bagian yang terintegrasi dalam proses organisasi
3.      Manajemen risiko merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan
4.      Menajamen risiko secara eksplisit menangani ketidakpastian
5.      Manajemen risiko diterapkan secara sistematis, terstruktur, dan tepat waktu
6.      Manajemen risiko ditrerapkan berdasarkan informasi terbaik yang ada
7.      Manajemen risiko diterapkan sesuai dengan konteks perusahaan
8.      Manajemen risiko mempertimbangkan faktor manusia dan budaya
9.      Manajemen risiko diterapkan secara transparan dan inklusif
10.  Manajemen risiko bersifat dinamis,berulang, dan tanggap terhadap perubahan
11.  Manajemen risiko memfasilitasi terjadinya perbaikan dan perkembangan perusahaan secara berkelanjutan


No comments:

Post a Comment