Risiko selalu menghadang setiap individu maupun berbagai institusi, termasuk organisasi bisnis. Mengingat adanya ketidakpastian menganai terjadinya risiko maka individu maupun institusi harus berusaha menetapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi risiko itu, guna mengurangi, menidadakan, atau malah meraup keuntungan dari terjadinya suatu risiko. Karena itu, setiap orang diharapkan menjadi semacam “manajer risiko”
A.
PENTINGNYA MEMPELAJARI MANAJEMEN RISIKO
Menurut Soesno
Djojosoedarso (2003) bagaimana pentingnya bagi orang mempelajari manajemen
risiko dapat dilihat dari dua segi, yaitu :
·
Seseorang
sebagai anggota organisasi atau perusahaan terutama seorang manajer akan dapat
mengetahui cara-cara atau metode yang tepat untuk menghindari atau mengurangi
besarnya kerugian yang diderita perusahaan, sebagai akibat ketidakpastian
terjadinya suatu peristiwa yang merugikan (perils)
·
Seseorang
sebagai pribadi :
a.
Dapat
menjadi seorang manajer risiko yang profesional dalam jangka waktu yang relatif
lebih cepat daripada yang belum mempelajarinya.
b.
Dapat
memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi manajer risiko dari perusahaan di
mana yang bersangkutan menjadi anggota.
c.
Dapat
menjadi konsutan manajemen risiko, agen asuransi, pedgang perantara, penasehat
penanaman moda, konsultan perusahaan yang tidak mempunyai manajer risiko, dan
sebagainya.
d.
Dapat
menjadi manajemen risiko yang profesional dari perusahaan asuransi, sehingga
akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program asuransi yang
disusun dengan tepat.
e.
Dapat
lebih berhati-hati dalam mengatur kehidupan pribadinya sehari-hari.
B.
PENGERTIAN MANAJEMEN RISIKO DAN MANAJER RISIKO
·
Manajemen
Risiko diartikan sebagai kemampuan seorang manajer untuk menata kemungkinan
variabilitas pendapatan dengan dengan menekan sekecil mungkin tingkat kerugian
yang diakibatkan oleh keputusan yang diambil dalam menggarap situasi yang tidak
pasti.
·
Manajemen
Risiko adalah berkaitan dengan kegiatan keamanan, yang tujuannya adalah menjaga
harta benda dan personel perusahaan terhadap kerugian akibat kejahatan dan
semua gangguan sosial atau gangguan alamiah, yang mungkin membahayakan
kehidupan dan perkembangan perusahaan.
Berikut bagan Proses Manejemen Risiko :
C.
FUNGSI POKOK MANAJEMEN RISIKO
Ada tiga fungsi
pokok manajemen risiko, yaitu :
1.
Menemukan
Kerugian Potensial
Artinya berupaya untuk menemukan atau mengidentifikasi seluruh
risiko murni yang dihadapi oleh perusahaan yang meliputi :
·
Kerusakaan
fisik dari harta kekayaan perusahaan.
·
Kehilangan
pendapatan atau kerugian lainnya akibat terganggunya operasi perusahaan.
·
Kerugian
akibat adanya tuntutan hukum dari pihak lain.
2.
Mengevaluasi
Kerugian Potensial
Artinya melakukan evaluasi dan penilaian terhadap semua kerugian
potensial yang dihadapi oleh perusahaan.
3.
Memilih
teknik yang tepat atau menemukan suatu kombinasi dari teknik yang tepat guna
menanggulangi kerugian
Empat cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi risiko yaitu :
·
Mengurangi
kesempatan terjadinya kerugian
·
Meretensi
·
Mengasuransikan
·
Menghindari
D.
TUJUAN DAN TARGET MANAJEMEN RISIKO
Menurut Tony
Pratama (2011) sebaqgai suatu organisasi, perusahaan pada umumnya memiliki
tujuan dalam mengimplementasikan manajemen risiko. Tujuan yang ingin dicapai
antara lain:
·
Mengurangi
pengeluaran
·
Mencegah
perusahaan dari kegagalan
·
Menaikkan
keuntungan perusahaan
·
Menekan
biaya produksi
Sedangkan
sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang
berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang
dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman
yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi, dan politik. Di
sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia
bagi manusia, khususnya bagi entitas manajemen risiko (Manusia, Staf, dan
Organisasi).
E.
MANFAAT MANAJEMEN RISIKO
Menurut Tony
Pramana (2011) manfaat dan keuntungan manajemen risiko yaitu :
1.
Mengurangi
Risiko
2.
Peluang
menjadi Manajer Risiko
3.
Menjaga
Arus Kas
4.
Mengurangi
financial distress
5.
Mengurangi
penerbitan surat berharga
F.
PRINSIP MANAJEMEN RISIKO
Menurut Hery
(2015) ada sebelas prinsip manajemen risiko, yaitu :
1.
Manejemen
risiko melindungi dan menciptakan nilai tambah
2.
Manajemen
risiko merupakan bagian yang terintegrasi dalam proses organisasi
3.
Manajemen
risiko merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan
4.
Menajamen
risiko secara eksplisit menangani ketidakpastian
5.
Manajemen
risiko diterapkan secara sistematis, terstruktur, dan tepat waktu
6.
Manajemen
risiko ditrerapkan berdasarkan informasi terbaik yang ada
7.
Manajemen
risiko diterapkan sesuai dengan konteks perusahaan
8.
Manajemen
risiko mempertimbangkan faktor manusia dan budaya
9.
Manajemen
risiko diterapkan secara transparan dan inklusif
10.
Manajemen
risiko bersifat dinamis,berulang, dan tanggap terhadap perubahan
11.
Manajemen
risiko memfasilitasi terjadinya perbaikan dan perkembangan perusahaan secara
berkelanjutan
